Makkah (Ngabarin.net) – Umm Al Qura for Development and Construction selaku pemilik, pengembang, dan operator Masar Destination mengumumkan rencana pembangunan Masar Gardens sebagai destinasi keduanya di Makkah, Arab Saudi.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa Masar Gardens akan menjadi kelanjutan alami dari Masar Destination dengan menawarkan konsep kawasan perkotaan modern, ruang publik yang nyaman, serta lingkungan berkualitas tinggi.
Proyek ini merupakan bagian dari strategi lima tahun Umm Al Qura untuk membangun portofolio yang beragam dalam bidang proyek perkotaan dan investasi di wilayah barat Arab Saudi.
CEO Umm Al Qura for Development and Construction Yasser Abuateek mengatakan peluncuran proyek ini menjadi langkah penting dalam upaya perusahaan mendiversifikasi portofolio pengembangannya sekaligus memperluas pengaruhnya di sektor destinasi perkotaan.
“Peluncuran destinasi baru ini merupakan langkah penting dalam perjalanan perusahaan untuk mendiversifikasi portofolio pengembangannya dan memperluas dampaknya di sektor destinasi perkotaan,” ujar Abuateek pada Rabu (03/06/2026).
Ia menambahkan bahwa proyek tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang hidup dan terhubung dengan komunitas, sekaligus mempertahankan identitas serta karakter khas kawasan.
Masar Gardens dikembangkan melalui kerangka aliansi strategis dengan menempatkan Umm Al Qura sebagai pemimpin aliansi sekaligus manajer pengembangan.
Sementara itu, Makkah Construction and Development Company menjadi mitra pendanaan dengan menyediakan kompensasi tunai bagi pemilik properti.
Adapun Al Rajhi Union Real Estate Company akan berperan sebagai mitra teknis yang melaksanakan pekerjaan pengembangan dan menanggung biaya terkait sebagai imbalan atas unit dalam dana investasi.
Destinasi tersebut akan diluncurkan secara bertahap melalui fase-fase pembangunan terintegrasi yang selaras dengan tujuan pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Kawasan ini akan mencakup area seluas sekitar 1,2 juta meter persegi, terdiri atas 841.000 meter persegi di West Hindawiyah dan 308.000 meter persegi di South Hindawiyah.
Pengembangan kawasan terpadu multifungsi ini memiliki estimasi biaya awal sekitar 6 miliar riyal Saudi untuk infrastruktur dan lahan dengan jangka waktu pembangunan hingga lima tahun.







