Tangerang (Ngabarin.net) – Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf meninjau langsung pelaksanaan layanan fast track di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, guna memastikan peningkatan layanan jemaah haji Indonesia.
Menhaj mengapresiasi Pemerintah Arab Saudi atas keberlanjutan layanan tersebut yang terbukti efektif memperlancar arus keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
“Pemerintah Indonesia mengapresiasi Pemerintah Arab Saudi atas layanan fast track yang sangat membantu kelancaran proses keberangkatan jemaah haji Indonesia. Ke depan, saat fase kepulangan, Kementerian Imigrasi juga akan menyiapkan teknologi face recognition di Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda untuk semakin mempercepat layanan bagi jemaah,” ujar Menhaj Gus Irfan, Sabtu (25/04/2026).
Layanan fast track mengintegrasikan seluruh proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi agar selesai dilakukan di bandara keberangkatan di Indonesia.
Melalui fasilitas ini, jemaah yang tiba di Bandara Jeddah atau Madinah tidak perlu lagi mengantre panjang dan bisa langsung menuju transportasi akomodasi.
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang yang hadir dalam peninjauan tersebut turut memberikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi atas layanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia. Kehadiran fast track sangat memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi jemaah,” ujarnya.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi menegaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Raja Arab Saudi demi memberikan pelayanan terbaik.
“Program fast track ini adalah instruksi langsung dari Raja Arab Saudi agar seluruh layanan kepada tamu Allah dapat dipermudah, terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar,” ungkapnya.
Pada tahun ini, otoritas terkait mengoperasikan layanan tersebut di empat bandara embarkasi utama yakni Soekarno-Hatta, Adisoemarmo, Juanda, dan Sultan Hasanuddin.
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, fasilitas ini melayani puluhan ribu jemaah yang berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, dan Banten.
Bandara Adisoemarmo Solo tercatat melayani 29.133 jemaah, Bandara Juanda Surabaya 44.080 jemaah, sementara Bandara Sultan Hasanuddin Makassar melayani 16.757 jemaah.







