Menuju 500 Tahun, Gubernur Dorong Budaya Jadi Wajah Jakarta

Jakarta (Ngabarin.net) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen mendukung upaya pelestarian budaya. Salah satunya melalui gelaran Kharisma Batavia Menuju Jakarta di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. Momentum ini sekaligus memperkuat identitas budaya Jakarta di tengah transformasinya sebagai kota global.

“Jakarta saat ini membuka ruang seluas-luasnya agar budaya seperti ini bisa ditampilkan. Apakah itu di Balai Kota, Kota Tua, Lapangan Banteng, AA Maramis, dan tempat lainnya, kami mendukung acara seperti ini untuk terus diadakan,” ujar Gubernur Pramono dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menghidupkan berbagai kegiatan seni dan budaya. Tujuannya agar Jakarta semakin dinamis, inklusif, dan berwarna.

“Kegiatan seperti ini terus dihidupkan karena kami berharap Jakarta menjadi kota yang semakin berwarna, kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan kehidupan seni dan budayanya,” tuturnya.

Gubernur Pramono juga mengapresiasi Perhimpunan Kebayaku yang konsisten melestarikan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Menurutnya, kebaya tidak hanya merupakan busana tradisional, tetapi juga simbol jati diri, sejarah, dan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Apalagi, seperti kita ketahui bersama, kebaya merupakan warisan budaya takbenda UNESCO yang sudah diakui. Kalau bukan kita yang merawat, pasti tidak akan ada,” ujarnya.

“Mau kebayanya Betawi, budaya Encim, Jawa, Madura, atau apa pun, yang jelas Pemprov DKI Jakarta sebagai kota yang multikultural, multietnik, dan terbuka bagi siapa pun siap mendukung pelestariannya,” paparnya.

Gubernur Pramono menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini mencapai 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Di tengah capaian tersebut, pelestarian budaya tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

“Walaupun Jakarta saat ini melakukan pengetatan anggaran, acara-acara seperti ini tetap ingin kami laksanakan. Inilah budaya kita yang harus dirawat bersama-sama,” terangnya.

Gubernur Pramono menegaskan, keberhasilan pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pihak tersebut mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku seni, hingga masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, budaya diharapkan menjadi bagian penting dari wajah Jakarta sebagai kota global. Kota yang tetap berakar pada identitas dan nilai-nilai budayanya.

“Selamat atas penyelenggaraan Kharisma Batavia Menuju Jakarta. Semoga tahun depan penyelenggaraannya semakin meriah dan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang maju, terbuka, sekaligus bangga terhadap warisan budayanya,” pungkasnya. []

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU