JAKARTA (Ngabarin.net) — Anggapan bahwa perempuan lebih banyak bicara daripada laki-laki ternyata tidak sepenuhnya didukung oleh penelitian medis. Meski perempuan rata-rata mengucapkan lebih banyak kata dalam sehari, perbedaannya tidak selalu terlihat pada semua kelompok usia.
Mengutip Psychology Today pada Rabu (23/9/2026), penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 2025 menganalisis percakapan 2.197 orang dari Amerika Serikat, Swiss, Serbia, dan Australia.
Dari lebih dari 631 ribu rekaman percakapan, peneliti memperkirakan perempuan mengucapkan rata-rata 13.349 kata per hari, sedangkan laki-laki sekitar 11.950 kata.
Perbedaan tersebut, menurut peneliti, terutama terlihat pada kelompok usia dewasa muda hingga pertengahan. Pada kelompok tersebut, perempuan rata-rata mengucapkan sekitar 3.275 kata lebih banyak daripada laki-laki.
Namun, pola tersebut berubah pada kelompok usia yang lebih tua. Laki-laki dalam kelompok usia lanjut justru tercatat mengucapkan sekitar 788 kata lebih banyak daripada perempuan.
Penelitian itu juga melihat bagaimana peserta menilai kebiasaan berbicara mereka sendiri. Perempuan cenderung merasa dirinya lebih banyak bicara dibandingkan laki-laki, meskipun penilaian tersebut tidak selalu sesuai dengan jumlah kata yang tercatat dalam percakapan.
Temuan ini mempertanyakan anggapan lama bahwa perempuan mengucapkan sekitar 20.000 kata setiap hari, sedangkan laki-laki hanya sekitar 7.000 kata. Angka tersebut kerap dikutip di masyarakat, tetapi tidak memiliki dasar penelitian yang kuat.
Penelitian sebelumnya pada 2007 terhadap 396 orang juga menemukan bahwa laki-laki dan perempuan mengucapkan jumlah kata yang relatif sama, yakni sekitar 16.000 kata per hari.
Penelitian terbaru memiliki jumlah peserta yang jauh lebih besar, tetapi peneliti tetap menemukan perbedaan yang cukup lebar antarindividu. Artinya, jenis kelamin bukan satu-satunya hal yang menentukan seberapa banyak seseorang berbicara dalam sehari.
Faktor-faktor seperti usia, lingkungan sosial, pekerjaan, kepribadian, dan situasi percakapan turut memengaruhi intensitas seseorang dalam berbicara. []
Sumber: Antara







