MUI Apresiasi Sejumlah Program Ramadhan yang Inspiratif dan Edukatif

Jakarta (NGABARIN) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan pemantauan siaran Ramadhan 1446 H. Kerja sama ini telah berlangsung sejak 2007 silam.

Hasil pemantauan 1446 H yang dilakukan di tahap pertama, yaitu pada 10 hari pertama bulan Ramadhan, MUI memberikan apresiasi kepada sejumlah program Ramadhan yang tayang di Lembaga Penyiaran (LP).

“MUI juga mengakui bahwa masih banyak tayangan yang memang memiliki kualitas yang bukan hanya patut ditonton tetapi juga patut diberikan apresiasi dan juga rekomendasi untuk terus dipertahankan,’’ kata Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, di Jakarta, Ahad (23/3/2025).

Dia menjelaskan, program-program yang diapresiasi dan layak untuk dipertahankan itu memiliki kualitas yang sangat baik dari perspektif MUI. Misalnya acara-acara yang menginspirasi masyarakat untuk meningkatkan “amar ma’ruf nahi munkar” (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran) dan juga melakukan perubahan dengan Hikmah dan Mauidzah Hasanah pada tayangan-tayangan tersebut.

‘’Tentu saja acara ini bukan hanya bagus tetapi juga harus dipertahankan karena didalamnya mengandung unsur-unsur dakwah dan perbaikan kehidupan masyarakat, juga beberapa tayangan informatif, yang kami kira begitu dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan,’’ ujarnya.

Program yang diberikan apresiasi secara penuh, antara lain, Ramadhan Sama Artis (Global TV), Kultum Jendela Ramadhan (TVRI), Hafidz Indonesia (RCTI), Shihab & Shihab (Indosiar), Islam Itu Indah (Trans TV), Cari Berkah (BTV), Asmaul Husna (Metro TV), dan Para Pencari Tuhan Jilid ke-18 (SCTV).

Kiai Masduki menuturkan, pemantauan dilakukan dengan mengacu pada Tausiyah MUI tentang Penyiaran Program Ramadhan 1446 H/2025 M, beberapa fatwa MUI yang relevan, UU Penyiaran, dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Dia mengungkapkan, terdapat juga produk siaran Ramadhan seperti liputan mancanegara atau pun lokal yang menunjukkan tradisi-tradisi baik di kalangan umat Muslim selama bulan Ramadhan.

Menurut dia, tayangan seperti ini merupakan hal yang baik dan positif. “Sehingga selain bisa menjaga kesucian bulan Ramadhan, juga memberikan manfaat kepada umat Islam di Indonesia, sehingga Ramadhan bisa terjaga kualitas dan kesuciannya,” sambungnya.

Anggota Tim Pemantauan Ramadhan 1446 H MUI, Rida Hesti Ratnasari, mengungkapkan terdapat program siaran Ramadhan yang diberikan apresiasi tetapi dengan catatan. Program tersebut adalah Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2025 yang tayang di Indosiar.

Rida menjelaskan, program AKSI 2025 pada dasarnya sangat bagus. Tetapi kurang tepat karena adanya unsur-unsur yang kurang pas dalam tayangan tersebut.

Lebih lanjut, Rida menjelaskan, tayangan yang kurang pas terutama ketika penampilan dari Boah, Ate, Neneng dan Jirayut yang memainkan sketsa komedi sebelum penampilan peserta.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU