Patah tapi Tak Tumbang

Dua: Dunia Bukanlah Tujuan

Jika kita memaknai hidup secara logika, kesulitan dan kehilangan yang kita rasakan di dunia ini bisa saja menjadi akhir bagi kehidupan kita.

Namun Gaza mindset tak demikian, ialah akhirat sebagai tujuan mereka kembali.

Secara umumnya muslim diajarkan bahwa hidup akan terus berjalan dan beramal sesuai denga napa yang telah Allah perintahkan di dalam Al-Qur’an. Kesulitan dan kehilangan tidak menjadi faktor penuntu hidup dan matinya selama Allah masih meberikan nafas untuk beramal.

Hal ini dipahami betul oleh penduduk Gaza hingga senantiasa menjadikan dunia sebagai tanaman yang kelak buahnya akan mereka petik di akhirat.


Sebagaiman firman Allah dalam QS. Al-Hadiid ayat 20:

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Yang menjadi pertanyaan kaum Muslimin saat ini adalah apakah mereka bisa menjadikan Gaza minset ini sebagai pemikirannya juga?

Merugilah kaum Muslimin dan sepantasnya merasa malu melihat pancaran kekokohan akidah penduduk Gaza.

Mereka mengajarkan bahwa Islam bukanlah agama ritual semata, namun cara pandang hidup yang dapat menggentarkan musuh dan segala keserakahan di dunia.

Mereka menjadikan Islam bukan semata dalm konteks ibadah, tapi hidup dalam setiap realitas kehidupan serta menjadi pedoman dalam memecahkan berbagai persoalan.

Hal demikian menjadikan kaum Muslimin serta manusia secara umumnya memiliki mental yang rapuh dan mudah tumbang.

Maka, sepatutnya kita jadikan berbagai lelahnya pengorbanan adalah kekuatan bukan yang mematahkan, sebab kita tidak dilahirkan untuk tumbang. Allahu ‘alam. []

Diana Uswatun Hasanah, Pegiat Literasi.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU