Singkirkan Peran UNRWA di Gaza, Hamas Sebut BOP Bersekongkol dengan Penjajah

Jakarta (Ngabarin.net)-Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengecam keputusan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang menolak bekerja sama dengan badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA. Hamas juga menyayangkan pernyataan lembaga tersebut yang menyebut UNRWA tidak akan memiliki peran di Gaza.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, pada Sabtu menyatakan bahwa keputusan dewan bentukan Amerika Serikat itu menunjukkan “keselarasan penuh dengan posisi Zionis [Israel]”. Langkah tersebut bertujuan menghentikan operasional UNRWA, menghalangi penyaluran bantuan kepada warga Palestina, serta menghapuskan hak untuk pulang (right of return).

“Sungguh aneh ketika Dewan Perdamaian mengambil sikap bermusuhan terhadap UNRWA, sementara di saat yang sama mereka gagal menyalurkan bantuan ke Gaza,” ujar Qassem dalam peryataannya. “Mereka juga gagal memaksa pihak pendudukan untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan menghentikan pembunuhan harian terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.”

UNRWA, yang didirikan pada tahun 1949, telah berpuluh-puluh tahun menyediakan layanan bantuan dan pendidikan bagi pengungsi Palestina serta menjaga hak-hak nasional mereka. Warga Palestina memandang badan ini sebagai penjaga hak mereka untuk kembali ke tanah air, sedangkan pihak Israel menginginkan lembaga tersebut dibubarkan.

‘Hari-hari UNRWA Telah Berakhir’

Kantor berita The Associated Press melaporkan pada Jumat bahwa para anggota Dewan Perdamaian sebenarnya lebih bersedia bekerja sama dengan UNRWA di balik layar dibandingkan sikap publik yang mereka tampilkan.

Dalam taklimat Dewan Perdamaian kepada Majelis Umum PBB pada Rabu, para pejabat menyebutkan beberapa badan PBB sebagai mitra kerja. Namun, nama UNRWA tidak tercantum di dalamnya.

Kendati demikian, seorang pejabat Dewan Perdamaian yang berbicara kepada The AP dengan syarat anonim membenarkan bahwa jajaran pengurus telah bertemu dengan pejabat UNRWA beberapa kali.

Pejabat tersebut mengatakan program-program lembaga itu dapat dilanjutkan jika mampu melayani warga Gaza dengan baik, tetapi ia menegaskan bahwa “hari-hari UNRWA telah berakhir”.

Philippe Lazzarini, yang memimpin UNRWA hingga awal tahun ini, memberitahu The AP bahwa para anggota komite teknokrat Palestina yang ditunjuk oleh Dewan Perdamaian untuk mengelola Gaza sebenarnya ingin bekerja sama dengan UNRWA.

Pada Kamis, Lazzarini menuding Dewan Perdamaian gagal menjalankan mandatnya. Melalui unggahan di media sosial X, ia menyatakan bahwa otoritas Israel masih memblokir bantuan pokok “sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk membuat Gaza tidak layak huni bagi warga Palestina”.

“Rencana-rencana megah adalah keahlian utama Dewan Perdamaian. Namun, rencana saja tidak akan bisa menghangatkan warga Gaza musim dingin ini,” tambahnya, seraya mendesak agar pintu-pintu perbatasan Gaza dibuka dan pasokan bantuan diizinkan masuk dalam skala besar.

Serangan di Gaza dan Tepi Barat Terus Berlanjut

Di lapangan pada Sabtu, pola pelanggaran Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki terus berlanjut.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan serangan Israel telah menewaskan tujuh warga Palestina di seluruh Jalur Gaza dalam 48 jam terakhir, termasuk satu orang yang meninggal akibat luka-luka yang didapat sebelumnya.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU