Stockholm (NGABARIN) – Penembakan massal yang terjadi di sebuah sekolah di Orebro, Swedia tengah, merupakan insiden penembakan massal terburuk dalam sejarah negara itu.
Demikian kata Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dalam konferensi pers, Selasa (4/2) malam waktu setempat.
Kristersson mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Ia menekankan bahwa pihak berwenang harus diberi ruang untuk melakukan penyelidikan.
Baca juga: Swedia terguncang, Penembakan Massal di Sebuah Sekolah Tewaskan 11 Orang
“Masyarakat Swedia ingin mengetahui alasannya, tetapi harus menunggu jawabannya. Seiring waktu, gambarannya akan jelas,” kata Menteri Kehakiman Swedia Gunnar Strommer.
Raja Carl XVI Gustaf menyampaikan belasungkawa dalam sebuah pernyataan dan menggambarkan hari itu sebagai “hari kelam” bagi Swedia.
Ia menyampaikan simpatinya kepada keluarga dan sahabat para korban tewas maupun korban luka serta menyampaikan apresiasi atas upaya polisi, petugas penyelamat, dan tenaga kesehatan.
Risbergska Skolan terutama melayani orang dewasa berusia di atas 20 tahun, selain juga menawarkan program pendidikan sekolah dasar dan menengah serta kelas bahasa Swedia bagi para imigran.
Mats Knutson, analis politik Sveriges Radio (SR) menyoroti bahwa penembakan itu terjadi di tengah meningkatnya kekerasan bersenjata selama bertahun-tahun di Swedia, dengan beberapa bulan terakhir mencatatkan rekor jumlah ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Swedia kini berada dalam situasi krisis, dan tanggung jawab pemerintahlah untuk menyatukan bangsa ini, ujar Knutson. []
Sumber: Xinhua







