Jakarta (NGABARIN) – Kementerian Agama akan menggelar penulisan Mushaf Nusantara sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan Al-Qur’an bercorak khas Indonesia serta untuk peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H.
“Nuzulul Qur’an adalah peristiwa monumental yang membawa perubahan besar bagi peradaban manusia. Al-Qur’an hadir sebagai pedoman hidup yang mengajarkan kemanusiaan, keadilan, dan harmoni,” ujar Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (18/03) dikutip dari ANTARA.
Penulisan Mushaf Nusantara ini akan dilakukan secara serentak di 30 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 365 kaligraf terbaik serta para juara MTQ nasional maupun internasional.
Abu Rokhmad mengatakan, Menag Nasaruddin Umar dijadwalkan menorehkan titik pada lafaz basmallah sebagai simbol dimulainya penulisan mushaf tersebut.
Mushaf Nusantara berukuran 100×70 cm berisi 624 halaman dengan 38 corak iluminasi yang menggambarkan ragam budaya Indonesia.
Abu mengatakan sebagai negara dengan keberagaman etnis dan budaya, Indonesia memiliki potensi konflik horizontal. Namun, jika setiap pemeluk agama mengamalkan ajaran kitab sucinya, kerukunan dan kedamaian akan terus terjaga.
Sebelumnya, dalam sambutan peringatan Nuzulul Qur’an pada Senin malam (17/03) Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kemajuan teknologi semakin mengungkap kebenaran ilmiah yng terkandung dalam Al-Qur’an, sehingga akan sangat relevan sampai kapanpun.
“Al-Qur’an tidak hanya memberi kepuasan bagi umat di masa Nabi. Saat ini, Al-Qur’an juga memberi kepuasan intelektual bagi masyarakat di era AI (kecerdasan buatan),” ujar Menag.
Menag juga mengungkapkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan, sebagaimana yang ditekankan dalam konsep ekoteologi Islam.
“Seluruh alam semesta merupakan saudara kembar manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Tidak ada benda mati, semuanya bertasbih kepada-Nya,” kata dia.[]







