Presiden Erdogan: Israel Tak Akan Mampu Halangi Perdamaian di Kawasan

Ankara (Ngabarin.net) – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Israel tidak akan bisa menggagalkan upaya perwujudan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan. Penegasan tersebut disampaikan di tengah gencarnya upaya Israel merusak berbagai kesepakatan yang telah dicapai melalui jalur diplomasi.

Saat menyampaikan pidato pada Rapat Fraksi Partai AK di Parlemen Turkiye, Erdogan memastikan negaranya akan terus mengambil peran dalam setiap peluang perdamaian. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung pencarian solusi permanen atas krisis Iran.

“Sebagai Turkiye, kami tidak akan pernah menghindar dari tanggung jawab apa pun untuk memanfaatkan sekecil apa pun peluang perdamaian. Pada periode mendatang, kami akan terus memberikan segala bentuk dukungan bagi upaya penyelesaian permanen krisis Iran,” kata Erdogan seperti dilansir Anadolu, Rabu (24/06/2026).

Erdogan mengeklaim bahwa Turkiye telah berhasil mengelola salah satu konflik paling berisiko sejak Perang Dunia II. Keberhasilan tersebut dicapai berkat penerapan pendekatan yang bijaksana serta penuh kehati-hatian.

Selama krisis Iran bergulir, Turkiye dinilai mampu mendemonstrasikan kapasitas diplomasi dan kebijakan luar negeri yang tinggi. Langkah taktis ini berhasil memproteksi negara dari dampak destruktif konflik secara langsung.

“Dengan kebijakan yang mengedepankan akal sehat, kebijaksanaan, dan keadilan, kami berhasil menjaga negara kami tetap jauh dari lingkaran api ini. Meski ada berbagai provokasi, kami tidak membiarkan satu pun warga kami menjadi korban,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dinamika yang terjadi selama krisis Iran mempertegas posisi Turkiye sebagai negara besar. Negara tersebut dinilai memiliki kapasitas diplomatik serta kekuatan institusional yang sangat kokoh.

Di samping itu, Erdogan juga menyebut penerapan sistem pemerintahan presidensial di Turkiye memberikan keuntungan krusial. Sistem ini dinilai sangat efektif dalam mendukung manajemen pengelolaan krisis.

Mengenai situasi geopolitik kawasan, Erdogan secara terbuka menuduh Israel sengaja berupaya menggagalkan setiap celah perdamaian yang ada.

“Kami tahu Israel tidak dapat mentoleransi bahkan peluang perdamaian yang paling kecil sekalipun,” katanya.

Menurut Erdogan, berbagai pernyataan yang dilontarkan oleh pejabat Israel dalam beberapa hari terakhir menjadi bukti nyata. Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya kelompok radikal yang terus mengobarkan konflik dan kekerasan.

Ia menuduh Israel berupaya keras merobek kesepakatan diplomatik yang telah dibangun oleh semua pihak. Demi mencapai ambisi tersebut, Israel diyakini akan terus melakukan berbagai tindakan provokatif.

“Jika perdamaian akan datang ke kawasan ini, maka itu akan datang meskipun ada Israel. Jika kawasan ini akan menikmati ketenangan, maka itu akan terwujud meskipun ada berbagai provokasi Israel,” ujar Erdogan.

Dalam kesempatan yang sama, Erdogan turut menyinggung perkembangan proses pemberantasan terorisme di dalam negeri. Ia menyatakan bahwa gerakan terorisme kini telah berada di jalan buntu dan kehilangan masa depannya.

“Ketika lembaran terorisme benar-benar ditutup, 86 juta warga negara kami akan dapat bernapas lega untuk pertama kalinya setelah hampir setengah abad,” katanya.

Erdogan mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah merumuskan kerangka hukum yang kuat. Regulasi ini dirancang untuk mempercepat proses pembubaran organisasi teroris secara total.

Rancangan undang-undang tersebut akan segera diajukan ke parlemen setelah seluruh proses konsultasi selesai dilakukan. Turkiye dinilai memiliki kemampuan penuh untuk menuntaskan persoalan ini tanpa mengorbankan identitas dan nilai-nilai bangsa.

Pada akhir pidatonya, Erdogan menyerukan kepada seluruh aktor politik nasional untuk menyatukan visi. Ia meminta dukungan penuh demi mewujudkan agenda “Turkiye Tanpa Terorisme” demi menjaga kepentingan nasional. []

Sumber: Anadolu Agency

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU