Ibadah puasa merupakan salah satu amalan paling utama yang dipilih secara khusus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana termaktub dalam hadis qudsi.
الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي
“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku“.
Keutamaan puasa sunah ini juga dikuatkan oleh sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu.
ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف
“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun“. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].
Secara khusus, umat Islam sangat dianjurkan untuk menunaikan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah.
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .
“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.
Melalui puasa satu hari yang dilaksanakan secara ikhlas tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghapuskan dosa jemaah selama dua tahun, yakni setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Kedua, melaksanakan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci bagi setiap muslim yang telah memiliki kemampuan, baik secara finansial maupun fisik.
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran: 97).
Ibadah haji dan umrah merupakan amalan yang paling utama berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadis sahih.
العمرة إلى العمرة كfارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة
“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga“.
Ketiga, memperbanyak lantunan takbir dan zikir sepanjang hari-hari istimewa tersebut sebagaimana firman Allah Ta’ala.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22: 28].
Para ahli tafsir sepakat bahwa yang dimaksud dengan “hari-hari yang telah ditentukan” tersebut adalah sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijah.







