Merujuk pada tafsir tersebut, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak zikir berdasarkan hadis dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid“. [Hadis Riwayat Ahmad].
Keempat, melaksanakan ibadah kurban pada hari raya Iduladha serta pada hari-hari tasyrik yang merupakan bagian dari syariat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam.
وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما
“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu“. [Muttafaqun ‘Alaihi].
Umat Islam yang telah dilapangkan rezekinya diimbau untuk tidak ragu berkurban semata-mata sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan nikmat kehidupan dan harta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kewajiban untuk mengikhlaskan seluruh sendi ibadah dan kehidupan ini ditegaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an.
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ١٦٢
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162).
Kelima, memperbanyak ragam amal saleh lainnya seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, serta menegakkan amar makruf nahi mungkar karena seluruh pahalanya akan dilipatgandakan.
Keutamaan beramal pada waktu ini sangat besar, bahkan amalan yang biasa dilakukan pada hari-hari ini dapat melebihi keutamaan ibadah jihad di jalan Allah, kecuali jihad dari seseorang yang mengorbankan seluruh harta dan jiwanya tanpa sisa.
Semoga umat Islam dapat memanfaatkan momentum awal bulan Dzulhijah ini dengan optimal demi meraih rida serta ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.[]
Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama







