Ramadan 1447 H, Tarawih di Haramain Dilaksanakan 10 Rakaat Ditutup Witir Tiga Rakaat

Mekkah (Ngabarin) – Jelang Ramadhan 1447 H, Pemerintah Arab Saudi melalui General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques mengumumkan bahwa shalat Tarawih selama Ramadan 1447 H (2026 M) di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah akan dilaksanakan dalam format 10 rakaat.

Setiap malam sepanjang Ramadan, jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan menjalankan shalat Tarawih sebanyak 10 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan 3 rakaat Witr. Struktur ini menghasilkan total lima kali tasleem, berakhir dengan salam penutup dari shalat Witr.

“Dua Masjid Suci Rakaat Tarawih akan terdiri dari 5 Taslim diikuti Shalat Witr. 10 Rakaat ditambah 3 Rakaat Witr,” demikian dikutip dari Facebook Inside The Haramain, Jumat (30/01).

Dikutip dari Theislamicinformation, format ini dinilai sesuai dengan kebiasaan utama yang dijaga di dua masjid suci, memperkuat tradisi ibadah dan keseragaman praktik di tengah jamaah internasional.

Penyelenggara juga menegaskan bahwa shalat Tarawih akan disiarkan secara global, memungkinkan jutaan jamaah di seluruh dunia mengikuti rangkaian ibadah meski tidak berada di Tanah Suci.

Informasi terkait jadwal lengkap—termasuk waktu shalat dan daftar imam yang memimpin—biasanya akan dirilis oleh Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjelang awal Ramadan.

Berdasarkan perhitungan astronomi, Ramadan 2026 di Arab Saudi diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada hasil rukyatul hilal (pemantauan hilal). Bulan suci ini diperkirakan akan berlangsung selama 30 hari, dengan Eid al-Fitr diperkirakan jatuh sekitar 19–21 Maret 2026.

Selama Ramadan, jam puasa diperkirakan berkisar antara 12–13 jam, seiring dengan kondisi cuaca yang relatif sejuk pada periode akhir musim dingin menuju musim semi.[]

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU