Riset Ungkap Diet Keto Ternyata Bisa Percepat Penuaan Sel Laki-laki

Kebenaran Penuaan Sel Diet Keto

Untuk menguji gagasan utama penelitian ini, tim menginjeksikan estrogen—hormon seks utama pada betina—kepada sebagian mencit jantan. Hasilnya, si jantan tidak lagi menunjukkan kenaikan sel menua atau kerusakan oksidatif akibat diet keto. Temuan ini menyiratkan estrogen secara aktif melindungi jaringan mereka dari stres.

Peran protektif ini sejalan dengan hasil sejumlah riset sebelumnya, yang menunjukkan estrogen bisa meningkatkan sistem pertahanan sel. Pada manusia, terapi pengganti estrogen terbukti mengaktifkan gen antioksidan dan gen terkait umur panjang, serta menurunkan beberapa ukuran stres oksidatif—mendukung gagasan bahwa status hormon memengaruhi cara jaringan menghadapi tekanan metabolik.

Tim peneliti juga menguji pendekatan lain. Mereka memberi mencit jantan antioksidan klasik—senyawa yang menetralisir molekul oksigen reaktif sebelum merusak struktur sel. Agen seperti N-acetylcysteine, alpha lipoic acid, vitamin C, dan obat yang meniru enzim antioksidan MnSOD. Semuanya menekan penumpukan sel menua dan kerusakan oksidatif pada mencit jantan yang diberi diet keto.

Perlakuan antioksidan itu juga menurunkan penanda inflamasi dalam darah mencit jantan ke tingkat yang lebih normal. Secara keseluruhan, eksperimen hormon dan antioksidan ini menunjukkan bahwa diet keto menciptakan tekanan oksidatif tambahan, namun hormon dan pertahanan kimia bisa memperlemah atau memperkuat dampaknya terhadap sel-sel yang menua.

Penelitian hewan seperti ini tidak bisa diterjemahkan langsung pada manusia—hal yang juga ditekankan para peneliti. “Meski kita dapat memahami proses metabolik lewat studi efek diet keto pada mencit, kita belum bisa menarik kesimpulan langsung pada manusia,” kata Jason, pengajar endokrinolog dan metabolisme di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh.

Data pada manusia menunjukkan pola makan gaya keto tidak netral bagi jantung dan pembuluh darah. Dalam uji makan terkontrol secara acak, perempuan muda sehat yang mengikuti diet ketogenik rendah karbohidrat dan tinggi lemak mengalami kenaikan signifikan kolesterol LDL, dibandingkan saat mengikuti pola makan non-keto yang lebih konvensional.

Sebuah tinjauan luas di bidang kardiologi menyimpulkan bahwa pola rendah karbohidrat dapat memberikan penurunan cepat pada berat badan, tekanan darah, dan gula darah, namun tidak mengungguli pola makan lain dalam hasil kardiovaskular jangka panjang. Tinjauan itu juga menyoroti pertanyaan keamanan, termasuk kekurangan nutrisi, beban pada ginjal, dan kemungkinan dampak terhadap plak arteri.

Riset lain pada mencit jantan menemukan bahwa periode keto yang panjang memicu penumpukan lemak di hati dan kontrol glukosa yang memburuk—perubahan yang membaik setelah mereka kembali ke pakan standar dalam salah satu eksperimen. Temuan yang campur aduk ini menegaskan bahwa diet keto adalah alat metabolik yang kuat, bukan jalan pintas tanpa risiko.[]

sumber: tempo.co

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU