Rongrongan Mafia-Mafioso dan Derita Rakyat Makan Haram ‘High Cost’

Ujung-ujungnya rakyat kecil dan jelata-lah, adalah benar ketika Prabowo berpidato di Sidang Umum PBB menyebut warga bangsa Indonesia di era kolonial pernah layaknya dianggap “Anjing!”! Hewani yang jauh lebih rendah dari humanity. Sekarang dijajah oleh para mafia-mafioso kalau mau komoditi murah, selalu mendapatkan barang sampah, jelek, tak bermutu, tak terafkir, ‘rijek’, alias buangan.

Sangat ironisnya para mafia-mafioso itu berada karena tercipta kondisi dengan adanya lapisan tebal lainnya berupa KKN dengan para pejabat dan elit politikus sang penguasa. Yang hanya mencetak komoditi-komoditi high cost itu.

Banyak konsesi dagang, konsesi tambang minerba, konsensi hutan, konsensi laut sdh mulai ada dengan adanya banyak pagar laut dan atau yang terbaru konsensi PSN dibuat mudah dan murah dengan hanya ditukar rekening digital atau amplop tebal sesaat. Berdampak buruk jangka panjang: Itulah pil pahit racun mematikan bagi bubar dan ambruknya negara dan bangsa ini ke depan!

Belum lagi lapisan lain berupa lapis kriminal yang semakin menggurita memakan kue ekonomi yang seharusnya dimakan rakyat pula, seperti judol, pinjol, narkobol, seksol, sebangsa dengan yang bodol-bodol lainnya. Lagi-lagi semakin mempermudah negara dan bangsa ini jebol dan ambrol dari akar pondasinya, moralitasnya dan religiusitasnya.

Jadi, sebenarnya negara dan bangsa ini tidak hanya membutuhkan hukum konstitusional yang itupun tengah masih diributkan RUU Perampasan Aset. Tetapi, lebih jauh, lebih universal secara substansial, eksplisit dan implisit, adalah perlunya ada RUU Anti KKN, RUU Anti Politik Dinasti, RUU Anti Oligarki dan RUU Anti Mafia yang seluruhnya mengabsahkan secara hukum kepada kepentingan adanya RUU Hukuman Mati! []

Babakan Mustikasari-Bekasi, 26 September 2025

Dairy Sudarman, Pemerhati politik dan kebangsaan.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU