SKK Migas Temukan Cadangan Migas Baru di Samboja

Jakarta (Ngabarin) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menemukan titik terang kedaulatan energi melalui penemuan cadangan migas baru di wilayah transmigrasi Samboja, Kalimantan Timur.

Kabar baik ini muncul dari rencana pengeboran 13 sumur baru yang akan segera dikerjakan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Hadirnya sumur-sumur ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di kawasan Kutai Kartanegara.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa total cadangan yang teridentifikasi mencakup sekitar 11,64 miliar kaki kubik gas dan hampir satu juta barel minyak.

“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik, untuk minyaknya 1 juta barel,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (4/5) dilansir dari Antara.

Salah satu sumur yang menjadi andalan adalah MUT-346 OS HZ dengan target produksi gas sebesar 7,3 juta kaki kubik per hari.

Secara teknis, sumur tersebut diperkirakan menyimpan cadangan sekitar 3,6 miliar kaki kubik gas yang sangat potensial bagi industri hulu migas.

Berdasarkan perhitungan nilai ekonomi, cadangan dari sumur tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan negara setelah pajak hingga mencapai Rp87 miliar.

Djoko menambahkan bahwa proses pengeboran dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat sebagai langkah nyata pemanfaatan kekayaan alam domestik.

“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” katanya dikutip oleh Antara.

Saat ini, pihak PHSS sudah mengoperasikan 79 sumur aktif di kawasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja.

Sinergi antara otoritas migas dan Kementerian Transmigrasi menjadi kunci utama dalam membuka akses lahan demi kepentingan energi rakyat.

Pengembangan ini dinilai strategis karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi luar negeri yang kian sulit dan mahal.

“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mencari minyak di luar pun tidak mudah, kalaupun ada juga harganya mahal. Ini sangat strategis,” pungkas Djoko.[]

sumber: ANTARA

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU