Solusi Problem Anggaran dalam Pendidikan Kita

Jika sarana dan prasarana dikelola dengan baik, maka akan dapat memudahkan guru untuk mengajar dan membuat murid lebih nyaman belajar. Contoh sarana pembelajaran di sekolah diantaranya, buku pelajaran, buku bacaan, alat dan fasilitas laboratorium, serta media pembelajaran lainnya. Sedangkan contoh prasarana di sekolah, meliputi gedung sekolah, ruang belajar, lapangan olahraga, ruang ibadah, ruang kesenian, dan fasilitas lainnya.

Jika semua sarana prasarana sekolah itu tidak memadai, maka akan sangat berdampak buruk pada proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa yang nantinya akan sangat berpengaruh pada semangat, motivasi dan pengetahuan belajar siswa akan menurun. Pembelajaran menjadi kurang optimal dan pastinya tidak akan mencapai tujuan pendidikan. Pada akhirnya, peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan potensi dirinya.

Semua ini berakar dari diterapkannya sistem kapitalisme saat ini. Dalam sistem kapitalisme dengan asas sekulernya, kurangnya keimanan dan ketakwaan seringkali menjadikan korupsi tidak terhindarkan.

Pejabat korup dengan leluasa menyalahgunakan jabatan hanya untuk memikirkan kepentingan pribadi. Mereka berlomba-lomba memperkaya diri sendiri, mengambil sesuatu yang bukan haknya, saling menjatuhkan, saling menginjak, yang berujung pada hilangnya rasa amanah, tanggung jawab dan ketidakpedulian. Bahkan, dianggap abai karena penguasa jauh dari mafhum ra’awiyah (mengurus rakyat). Inilah watak negara dalam naungan kapitalisme.

Solusi Islam

Dalam Islam, menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap warga negara. Di bawah kepemimpinan Islam, seluruh pembiayaan pendidikan ditanggung oleh negara secara murah, bahkan gratis. Mulai dari biaya pendidikan dari jenjang sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi, upah/gaji guru, infrastruktur serta sarana prasarana, semua dipersiapkan oleh negara.

Hal ini dilakukan, karena negara tidak hanya berkewajiban menjamin tiga kebutuhan pokok masyarakat saja (sandang, pangan, papan), tetapi juga menjamin tiga kebutuhan primer lainnya, yaitu pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Di bawah naungan Islam, semua hak-hak warga negara terpenuhi dengan adil dan bijaksana, termasuk pendidikan yang bisa dinikmati secara gratis dengan kurikulum dan tenaga pengajar yang berkualitas.

Bukan hanya siswa yang terpenuhi semua hak-haknya, para tenaga pengajar (guru) juga diberi upah yang sangat besar pada masa itu. Semua bisa terjadi karena pada masa itu negara menerapkan sistem Islam dengan pemimpin yang tentunya mempunyai akidah Islam yang kuat sehingga aplikasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT yang sesungguhnya bisa diterapkan.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin orang banyak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpinnya, dan istri pemimpin terhadap keluarga suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabanya terhadap mereka, budak juga seorang pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggungjawab atas yang dipimpinnya.” (HR. al-Bukhari)

Perlu disadari, hanya dengan sistem Islam seluruh umat akan dipimpin oleh penguasa yang benar-benar menjadi pengurus rakyat dan menjalankan hukum Islam secara kafah. Posisi penguasa sebagai raa’in akan menjadikan penguasa memenuhi semua kebutuhan rakyat sesuai dengan tuntunan syariat.

Dengan begitu, akan tercipta rasa ketenangan, kenyamanan, kebahagiaan, keadilan yang merata, dan tentunya akan mendapat keberkahan dari sang pencipta Allah SW berupa Islam Rahmatan Lil’alamin, rahmat bagi seluruh alam.[]

Lestari Agung

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU