Ketua Panitia Aksi, Heri Efendi, menyampaikan bahwa aksi ini menjadi momen besar dalam menggalang dukungan moral bagi perjuangan rakyat Palestina.
“Berdasarkan pantauan kasar, peserta yang hadir bisa mencapai lebih dari 15 ribu orang. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat dengan satu tujuan: menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina, khususnya di Gaza,” ujar Heri yang juga Ketua FJPP ini.
Dari depan Gedung Sate, massa kemudian melanjutkan long march dengan menyusuri jalan-jalan utama Kota Bandung. Sejenak massa menggelar orasi di depan BIP Jl. Merdeka yang diisi sejumlah orator dari berbagai elemen ormas Islam.
Massa kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki menuju Gedung Merdeka di Jl. Asia Afrika. Di depan gedung bersejarah tersebut sejumlah orator kembali memberikan orasinya. Salah satunya adalah KH. Muhammad Roinul Balad, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat.
Dalam orasinya, Roin menyampaikan tentang pentingnya kaum muslimin menguasai dan mempertahankan Masjidil Aqsha di tengah situasi yang terjadi di Palestina saat ini.
“Salah satu alasan kenapa kita harus membebaskan Masjid Al Aqsha adalah karena di situlah (Masjid Al Aqsa) akan dimulainya peradaban dunia,” terang KH Roin disambut pekik takbir hadirin.
Ia mengingatkan tentang keutamaan Masjidil Aqsha sebagaimana disampaikan dalam hadits Rasulullah Saw, “Janganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al Haram, dan masjid Al Aqsha.” (HR. Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397).
Roin, yang belum lama ini pulang dari Palestina dan berkesempatan shalat di Masjidil Aqsha, menggambarkan kondisi aktual Masjidil Aqsha yang berada di bawah pengawasan ketat. Menurut penuturannya, untuk mencapai bagian dalam masjid, pengunjung harus menempuh jarak sekitar dua kilometer dari kompleks masjid. Tidak hanya itu, proses pemeriksaan keamanan oleh tentara Israel juga menambah tantangan bagi peziarah Muslim yang ingin beribadah di tempat suci tersebut.
“Kalau sekarang kita hanya diam bahkan tidak peduli dengan kondisi Masjidil Aqsha yang masih dikuasai Israel laknatullah, maka kaum kita tidak lagi bisa shalat disana. Apakah itu akan kita biarkan? Siapkah kita jihad?,” tanyanya yang disambut jawaban “Siap!” dan gema takbir hadirin.
Selain mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia, massa juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk dukungan untuk Palestina. Sejumlah relawan dari Forum Zakat (FOZ) Jabar juga melakukan penggalangan dana sepanjang aksi ini.[]







