Zionis Israel Bunuh Jurnalis Aljazeera Mohammed Wishah

Gaza (Ngabarin.net)– Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, gugur akibat serangan drone Zionis Israel di Jalur Gaza.

Wishah, koresponden Al Jazeera Mubasher di Gaza, meninggal pada Rabu (08/04/2026) setelah serangan itu menghantam mobil yang ditumpanginya di Jalan al-Rashid, jalan pesisir yang membentang di sebelah barat Kota Gaza.

Serangan udara itu menyebabkan mobil tersebut terbakar, demikian disampaikan sejumlah sumber kepada Al Jazeera.

Dalam sebuah pernyataan, Jaringan Media Al Jazeera mengatakan, mereka “dengan tegas mengutuk kejahatan keji yang menargetkan dan membunuh koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah”.

“Hal ini merupakan pelanggaran baru dan terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional, serta mencerminkan kebijakan sistematis yang terus berlanjut untuk menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” katanya.

“Saat Al Jazeera berduka atas kematian korespondennya, Mohammed Wishah, yang bergabung dengan Jaringan ini pada 2018, Al Jazeera menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak, melainkan kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang bertujuan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka menjalankan tugas profesional mereka,” lanjut pernyataan tersebut.

Serangan drone Zionis Israel membakar mobil yang ditumpangi Mohammed Wishah. [foto: Xinhua]

Ibrahim al-Khalili dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Kota Gaza, mengatakan bahwa fakta bahwa Wishah dibunuh saat sedang melintas di jalan utama Kota Gaza menunjukkan bahwa “situasi semakin memburuk mengingat pelanggaran ‘gencatan senjata’ yang terus dilakukan oleh militer Israel”.

“Sudah hampir enam bulan sejak ‘gencatan senjata’ yang dimediasi AS mulai berlaku, namun pelanggaran yang dilakukan Israel terus berlanjut – dengan menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang genosida tersebut sejak hari pertama,” katanya.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa militer Israel telah melakukan sekitar 2.000 pelanggaran sejak “gencatan senjata” mulai berlaku.

Penargetan sistematis

Kantor tersebut juga menyatakan bahwa pembunuhan Wishah merupakan contoh dari “penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina” oleh Israel.

Kantor tersebut menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Serikat Jurnalis Arab, dan lembaga media di seluruh dunia untuk “mengecam kejahatan sistematis ini terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Jalur Gaza.”

Kantor tersebut mengimbau komunitas internasional dan organisasi terkait untuk “menghentikan serangan berulang ini,” menuntut para pelaku di pengadilan internasional, dan “melakukan tekanan yang serius dan efektif untuk menghentikan kejahatan genosida” serta melindungi jurnalis di Gaza.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU