Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
“Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?” (QS. Az-Zumar: 60)
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau ia berkata, “Telah diwahyukan kepada saya’, padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” (QS. Al-An’am : 93)
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, ‘Orang-orang itulah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 18)
Musailamah Al-Kadzab, si pendusta dari Yamamah, pada zaman Nabi Saw mengaku sebagai seorang nabi. Tetapi kedok kedustaan dan aibnya segera terbuka. Ia mengarang kalimat-kalimat lucu yang pantas ditertawakan dan diejek, dan diakukan sebagai karya bacaan turun dari langit.
Contohnya seperti;
“Hai katak, anak sepasang katak, si binatang yang suka tinggal di tempat yang bersih. Tidak ada air yang kamu buat menjadi keruh, dan tidak kamu halangi orang yang ingin meminumnya. Kepalamu di air, tetapi ekormu di tanah.”
“Perempuan-perempuan yang menebarkan benih menjadi tanaman, perempuan-perempuan yang menuai, perempuan-perempuan yang menghambur-hamburkan tepung, perempuan-perempuan yang membikin adonan roti, perempuan-perempuan yang membuat tsarid, dan perempuan-perempuan yang menyuapi keju dan samin, sungguh kalian lebih baik daripada orang-orang badui. Tidak ada orang-orang kota maupun orang-orang dusun yang dapat mengungguli kalian. Belalah teman-teman dekat kalian, lindungilah orang yang telanjang, dan hiburlah orang yang sedang berduka.”
“Gajah, tahukah kamu apa itu gajah? Ia adalah binatang yang punya belalai penjang.”
“Demi malam yang kelam, dan seekor serigala yang berbisik…”
Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat lucu menggelikan.
Pada zaman jahiliyah dahulu, Amr bin Al-‘Ash pernah menemui Musailamah. “Apa yang diturunkan oleh temanmu Muhammad itu belakangan ini?”, tanya Musailamah.
“Ia dituruni sebuah surat yang singkat namun isinya sangat padat”, jawab Amr. “Apa itu ?”, tanya Musailamah.







