Dalam konteks ini, menjadi jelas bahwa pembenahan tidak cukup hanya berhenti pada aspek kelembagaan. Bahkan dengan atau tanpa BPKH sekalipun, jika desain sistemnya tidak diperbaiki, maka pola yang sama berpotensi terus berulang.
Oleh karena itu, yang paling mendesak bukan sekadar siapa yang mengelola, tetapi bagaimana memastikan bahwa dana haji benar-benar produktif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan jemaah.
Jika tidak, maka yang dipertaruhkan bukan hanya efisiensi, tetapi juga kepercayaan publik dalam jangka panjang.
Momentum Evaluasi dan Transformasi
Untuk itu, wacana yang sedang berkembang hari ini seharusnya tidak dilihat sebagai polemik, melainkan momentum refleksi dan perbaikan.
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI telah membuka ruang diskursus yang penting bahwa sistem yang ada hari ini tidak boleh dianggap final, dan harus terus disempurnakan.
Kementerian Haji dan umrah membuka jalan transformasi haji dan umrah, transformasi yang dimaksud tentu tidak sederhana.
Ia harus mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kembali prinsip istitha’ah, penataan sistem antrean yang lebih adil dan realistis, serta penguatan tata kelola keuangan haji yang transparan dan berkelanjutan.
Dan yang tidak kalah penting, memastikan adanya mekanisme transisi yang adil bagi jutaan jemaah yang sudah berada dalam sistem saat ini.
Terkait ini semua, tentu kita tidak lagi membahas antara antrean atau mekanisme baru. Ini lebih kepada bagaimana negara memastikan bahwa penyelenggaraan haji dapat terselenggara dengan prinsip berkeadilan bagi semua, pasti dalam kepastian yang nyata, bukan semu, dan dikelola dengan integritas yang tidak menyisakan keraguan.
Wacana yang berkembang hari ini harus dilihat sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memperbaiki dan mencari jalan atau solusi terbaik.
Karena haji tidak hanya kita lihat sebagai layanan publik, haji adalah amanah besar umat, bangsa dan negara.
Dan amanah sebesar itu, memang sudah seharusnya terus kita jaga dengan keberanian untuk menghadirkan ruang diskusi, mengevaluasi, dan kebijaksanaan untuk memperbaiki.[]







