Arab Saudi Dorong Penguatan Filantropi sebagai Pilar Utama Sistem Ekonomi Islam

Simposium juga menghadirkan Mufti Agung Republik Tunisia Sheikh Hisham bin Mahmoud, yang menyampaikan bahwa penyelenggaraan simposium di Madinah mencerminkan nilai kebajikan, kepedulian, dan solidaritas sosial yang menjadi dasar risalah Islam.

Ia menekankan kerja sama historis antara kaum Muhajirin dan Ansar sebagai teladan aksi kemanusiaan dan ekonomi dalam Islam, sekaligus memuji peran Arab Saudi di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam mendukung inisiatif amal pembangunan.

Pada acara tersebut juga ditayangkan video berjudul “The Economy of Righteousness and Benevolence: Giving That Creates Lasting Impact”, yang menelusuri akar historis ekonomi kedermawanan dalam Islam, dari wakaf pertama di Madinah hingga transformasi sektor nirlaba menjadi penggerak pembangunan modern.

Video ini menyoroti upaya Arab Saudi memberdayakan sektor nirlaba dalam kerangka Visi Saudi 2030, sehingga menjadi kekuatan efektif dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial.

Selain itu, Pangeran Salman menyaksikan penandatanganan tiga nota kesepahaman antara AlBaraka Forum for Islamic Economy dan sejumlah universitas, yakni Universitas Islam Madinah, INCEIF University, dan Universitas King Abdulaziz melalui Institute of Islamic Economics.

Nota kesepahaman ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset, integrasi kelembagaan, serta pengembangan sumber daya akademik, sekaligus mendukung program-program pembangunan manusia yang selaras dengan prinsip ekonomi Islam.

Simposium ini menegaskan bahwa Arab Saudi tidak hanya mendorong perkembangan ekonomi syariah melalui sektor keuangan, tetapi juga menempatkan filantropi sebagai arus utama dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.[]

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU