Arab Saudi Kuasai EA Sports Hingga The Sims dalam Kesepakatan Senilai 55 Miliar Dolar AS

Istanbul (Ngabarin.net) — Konsorsium investasi yang dipimpin Arab Saudi resmi merampungkan akuisisi senilai 55 miliar dolar AS terhadap Electronic Arts (EA), sebuah perusahaan penerbit game asal Amerika Serikat.

Transaksi ini menjadi leveraged buyout terbesar dalam sejarah korporasi dan salah satu akuisisi terbesar di industri gim. Akuisisi tersebut membuat penerbit gim populer, seperti EA Sports FC, The Sims, dan Mass Effect, berstatus sebagai perusahaan tertutup (private company).

Struktur pendanaan akuisisi melibatkan Dana Investasi Publik Arab Saudi (Public Investment Fund/PIF) bersama Affinity Partners. Mereka menyediakan modal senilai 36 miliar dolar AS serta pembiayaan utang sebesar 20 miliar dolar AS dari JPMorgan.

Chief Executive Officer (CEO) EA Andrew Wilson, yang akan tetap menjabat setelah proses privatisasi, mengatakan perusahaan berencana “menciptakan pengalaman transformatif untuk menginspirasi generasi mendatang.”

Ambisi Global di Sektor Hiburan

Konsorsium yang dipimpin Arab Saudi resmi merampungkan akuisisi senilai 55 miliar dolar AS terhadap Electronic Arts (EA). Kesepakatan ini memperkuat ekspansi Kerajaan di sektor gim sebagai bagian dari strategi Vision 2030.

Transaksi ini memicu perhatian analis terkait dampak beban utang yang besar terhadap operasional EA. Mereka juga menyoroti kebebasan berkreasi dan moderasi konten pada waralaba gim utama perusahaan.

PIF yang dikendalikan pemerintah Arab Saudi mengelola aset senilai 514 miliar dolar AS. PIF terus memperluas investasi di sektor olahraga dan hiburan dalam beberapa tahun terakhir.

Arab Saudi juga secara bertahap meningkatkan investasinya di industri gim global sebagai bagian dari strategi Vision 2030. Tujuan utama strategi ini adalah untuk mendiversifikasi perekonomian di luar sektor minyak.

Kerajaan ini berinvestasi di sektor esports, penerbitan gim, dan berbagai ajang gim internasional. Tujuannya adalah untuk memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat industri gim dunia. []

Sumber: Anadolu Agency

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU