Eating Reorder: Gaya Hidup Sehat Dimulai dengan Perubahan Pola Pikir dan Pola Makan

Jakarta (NGABARIN) – Eating Order memperkenalkan gaya hidup sehat dengan pendekatan alami yang mengubah pola pikir dan pola makan.

Menurut pendirinya, Coach Roy Irawan, program ini dijalankan tanpa obat-obatan, suplemen, dan produk. Biaya yang dikeluarkan pun sesuai komitmen dan kemampuan masing-masing anggota.

“Kita ingin lebih banyak lagi orang yang menjalani hidup sehat. Memang umur itu di tangan Tuhan, tapi kesehatan di tangan kita,” ungkap Coach Roy dalam konferensi pers Eating Reorder Fest 2025 di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Sabtu (11/01/2025).

Esensi dari Eating Reorder, jelas Roy, bahwa esensi gaya hidup sehat itu tidak hanya mengatur pola makan tetapi juga pola pikir. Sehingga program yang ia buat merupakan kombinasi antara pola pikir dan pola makan.

Baca juga: Promosikan Gaya Hidup Sehat, Eating Reorder Gelar ERFEST 2025

“Bedanya dengan program sejenis adalah kita berbasis komunitas, lebih mudah, lebih menyenangkan dan fokus di pola pikir,” kata ahli hipnoterapi pemegang sertifikat dari Indonesian Academy of Hypnotherapy dan Rai Institute itu.

Intinya, kata Roy, program yang diterapkan Eating Reorder itu simpel, tanpa ribet. “Makan, tidur, jalan-jalan. Olahraga kita simpel, jalan kaki. Cara paling mudah dan menyenangkan, gratis pula,” kata dia.

Roy mengungkapkan, 70 persen anggota Eating Reorder saat ini adalah ibu-ibu rumah tangga. Sehingga baginya itu merupakan hal yang bagus. Sebab sebagai kunci keluarga, ibu-ibu akan bisa menyiapkan makanan yang sehat untuk anggota keluarganya.

“Jadi ibunya yang ikut program ini, hasilnya bukan hanya ibunya yang turun berat badannya tetapi anggota keluarga yang lain juga ikut turun,” kata dia.

Menjalani gaya hidup sehat, menurut salah satu coach Eating Reorder, Roberto Mangunsong, adalah pilihan. Sehingga yang paling utama diperlukan adalah niat.

“Yang harus diatur itu pola pikir. Ngatur pikiran supaya mindful. Niat yang dibutuhkan, sehingga kalau berhasil ya karena orang itu sendiri,” kata salah satu coach yang disebut memiliki anggota terbanyak ini.

Tantangan terberat dalam menjalani progran Eating Reorder, menurut coach Eto -sapaan akrabnya- adalah pendapat atau omongan orang terdekat. Tapi tantangan itu bisa dihadapi bila dalam diri ada perubahan pola pikir. “Kita mau sehat, kita mau ngurus diri sendiri,” kata dia.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU