Bersumber dari Anas ra ia berkata, “Rasulullah Saw mengutus salah seorang sahabatnya menemui seorang tokoh pembesar jahiliyah untuk mengajaknya menyembah Allah Yang Maha Memberkahi lagi Mahatinggi. Tetapi dengan angkuhnya tokoh jahiliyah itu bertanya, ‘Terangkan Tuhan yang kamu serukan padaku itu! Apakah ia terbuat dari besi? Atau dari tembaga? Atau dari perak? Atau dari emas?’
Sahabat itu lalu menemui Nabi dan melaporkan hal tersebut kepada beliau. Beliau menyuruh untuk menemuinya lagi sampai tiga kali. Tetapi mendapatkan jawaban yang sama. Akhirnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Mahatinggi mengutus petir untuk menyembar dan membakarnya.
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Mahatinggi telah mengutus halilintar untuk menyambar dan membakar temanmu itu.”
Kemudian turunlah ayat ini: “Dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Mahakeras siksa-Nya.” (QS. Ar-Ra’ad: 13)
Allah melepaskan halilintar tersebut sebagai bukti bahwa Dia sedang murka. Karena itulah ada beberapa riwayat hadits shahih yang menyatakan bahwa mendekati hari Kiamat kelak, akan banyak terdengar suara halilintar. Pada saat itu berbagai tindak kemungkaran dan kejahatan merajalela di mana-mana.
Bersumber dari Abu Sa’id Al-Khudri ra ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Pada saat menjelang Kiamat akan banyak terdengar suara halilintar, sampai-sampai ada seseorang mendatangi suatu kaum dan bertanya, ‘Siapa yang pagi ini disambar petir sebelum kalian?’ Mereka menjawab, ‘Yang disambar si fulan dan si fulan.” (HR Ahmad)
Diriwayatkan oleh Na’im bin Hammad dalam kitabnya “Al-Fitan” dari Abu Hurairah ra sesungguhnya ia berkata, “Kalian nyaris tidak mendapati rumah-rumah untuk bersembunyi kalian karena semuanya dihancurkan oleh gempa, dan juga binatang-binatang tunggangan yang dapat kalian gunakan untuk bepergian karena semuanya dibinasakan oleh halilintar.” []
Sumber: Sa’ad Yusuf Abu Aziz. Kisah Akhir Hayat Orang-Orang Zalim (terjemahan). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2024.







