Untuk mencegahnya, pekerja muda perlu membangun growth mindset—pola pikir yang melihat tantangan sebagai peluang belajar.
“Jangan terlalu fokus terhadap hasil akhir, tapi lebih ke perkembangan dan pengalaman yang didapat dari proses,” tukasnya.
Julius memaparkan, banyak yang cenderung menyamakan antara tujuan (goals) dan niat (intentions), padahal keduanya amat berbeda. Tujuan berorientasi pada hasil akhir yang spesifik seperti merampungkan proyek kerja atau mencapai target finansial tertentu.
Tujuan biasanya juga terukur dan punya batas waktu yang jelas. Sementara niat lebih fokus pada perjalanan dan cara seseorang ingin hadir dalam proses tersebut. Misalnya, tetap positif dan tenang ketika menghadapi tantangan atau menikmati proses belajar tanpa stres sama hasil akhir.
Tujuan hidup yang efektif, lanjut Julius, harus memenuhi prinsip SMART: Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Memiliki Tenggat Waktu.
Daripada sekadar bilang “ingin lebih sehat,” pekerja dan profesional muda lebih baik menjadikannya lebih spesifik, seperti “berolahraga tiga kali seminggu selama 30 menit.”
Selain itu, resolusi yang baik tidak cuma fokus pada pencapaian eksternal melainkan juga pertumbuhan diri yang berkelanjutan, seperti membangun kebiasaan positif untuk kesejahteraan mental dan emosional.
Merancang Hidup Lebih Bermakna
Mengadopsi konsep dari Vishen, tiga pertanyaan penting dapat digunakan untuk memandu para pekerja dan profesional dalam merancang kehidupan di 2025 yang lebih bermakna.
Pertama, Experience (Pengalaman), tentang momen yang seseorang ingin alami. Misalnya, mengunjungi tempat impian, tampil di acara publik, atau mencoba hobi baru.
Kedua, Growth (Pertumbuhan), yakni soal seperti apa seseorang ingin berkembang. Contohnya, ingin mengasah keterampilan kepemimpinan atau memperoleh sertifikasi di bidang yang suka.
Ketiga, Contribution (Kontribusi), itu dengan cara apa seseorang ingin memberi dampak positif? Misalnya, membantu orang lain mencapai kesuksesan finansial atau menjadi mentor untuk komunitas yang membutuhkan.







