Smart mengingatkan bahwa kebutuhan tersebut dapat berbeda berdasarkan intensitas olahraga. Jika berjalan lambat atau berolahraga intensitas rendah, waktunya perlu ditingkatkan menjadi sekitar empat jam per minggu.
Sebaliknya, jika melakukan aktivitas berintensitas tinggi, rekomendasinya menjadi setidaknya 75 menit per minggu.
Selain itu, lakukan latihan kekuatan setidaknya dua hari dalam seminggu yang menargetkan seluruh kelompok otot utama. Jika memiliki kondisi medis tertentu atau cedera, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum berolahraga.
Bagi pemula, sebaiknya mulai berolahraga secara perlahan dan tingkatkan intensitasnya secara bertahap.
Pemeriksaan dan Pola Hidup Sehat
Sebagai strategi tambahan, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan kadar lemak darah, termasuk kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Jika memungkinkan, lakukan pula pemeriksaan kadar lipoprotein(a) satu kali untuk mengetahui risiko penyakit jantung secara keseluruhan.
Pola makan perlu difokuskan pada kesehatan jantung dengan memprioritaskan makanan utuh serta minim proses. Makanan tersebut meliputi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, lemak tak jenuh, dan protein tanpa lemak.
Batasi konsumsi lemak jenuh dan hindari makanan yang mengandung lemak trans.
Mengurangi kebiasaan merokok dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah. Selain itu, tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam dianjurkan untuk menjaga kadar kolesterol dan trigliserida.
Mempertahankan berat badan dan komposisi tubuh dalam kisaran sehat terbukti berkaitan dengan kadar kolesterol yang lebih baik.[]
Sumber: ANTARA







