Orang semacam inilah yang disebut sebagai Syaithan Nathiq, yaitu setan yang berbicara alias Juru Bicara Setan. Kita patut berlindung kepada Allah Swt. dari sifat buruk tersebut dengan mengucapkan na’udzubillah min dzalik.
Ancaman untuk Juru Bicara Setan
Ancaman bagi para juru bicara setan ini tidak main-main. Mereka telah melegalisasi kezaliman dengan cara menyembunyikan isi Al-Qur’an demi diperjualbelikan dengan harga murah berupa materi duniawi. Allah Swt. berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنzَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَيَشْتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِم| إِلَّا ٱلنَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَلَا يُzَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturnkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.” (QS Al-Baqarah: 174).
Subhanallah, juru bicara setan dipastikan akan mendapatkan azab yang sangat pedih di akhirat kelak. Pada ayat selanjutnya, Allah Swt. kembali menegaskan nasib buruk mereka:
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ وَٱلْعَذَابَ بِٱلْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَآ أَصْبَرَهُمْ عَلَى ٱلنَّارِ
“Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!” (QS Al-Baqarah: 175).
Melalui Surah Al-Baqarah ayat 175 ini, Allah Swt. mengecam keras mereka yang menukar petunjuk dan ampunan-Nya dengan kesesatan serta azab. Ayat ini mengkritik orang-orang yang tega menyembunyikan kebenaran demi keuntungan duniawi semata. Selain itu, ayat tersebut menegaskan bentuk penyesalan mendalam dan ancaman siksa neraka bagi mereka.
Dampak Jika Amar Ma’ruf Nahi Munkar Ditinggalkan
Ketika maksiat berkeliaran di tengah-tengah umat dan penyelewengan merata di mana-mana, keberadaan setan bisu serta juru bicara setan akan semakin menjamur. Jika kondisi ini dibiarkan, Allah Swt. akan menimpakan beberapa malapetaka yang mengerikan kepada umat manusia.
Pertama, tatanan masyarakat akan rusak, baik dari sektor ekonomi maupun politik, sebagaimana diperingatkan dalam hadis riwayat Bukhari dari Nu’man bin Basyir. Kedua, rasa aman akan hilang, baik pada tingkat pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat sesuai isyarat Surah Thaha ayat 123-124.
Ketiga, berbagai bencana alam akan bermunculan mulai dari paceklik, kekeringan, hingga hilangnya keberkahan pada rezeki sesuai Surah Al-A’raf ayat 96. Keempat, doa-doa yang dipanjatkan oleh manusia tidak akan dikabulkan lagi oleh Allah Swt. sebagaimana riwayat Tirmidzi. Kelima, berbagai musibah akan diturunkan secara merata sesuai peringatan Surah Al-Anfal ayat 25.
Itulah beberapa malapetaka yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis jika kewajiban amar ma’ruf nahi munkar kurang mendapat perhatian umat. Semoga hal ini menjadi bahan perenungan dan perhatian kita bersama. Nashrun minallahi wa fathun qariib.[]







