Kisah Keadilan Syuraih terhadap Khalifah dan Putranya

Kisah keadilan lain darinya terjadi ketika putranya datang kepadanya pada suatu hari. Putranya berkata, “Wahai ayah, ada perselisihan antara aku dan suatu kaum, maka periksalah perkara ini.”

Sang anak menambahkan, “Jika hak berada di pihakku, aku akan menuntut mereka ke pengadilan, tetapi jika hak berada di pihak mereka, aku akan berdamai.” Setelah sang anak menceritakan seluruh kronologinya, Syuraih berkata kepada putranya, “Pergilah dan tuntutlah mereka.”

Namun, ketika mereka berdiri di hadapan sidang pengadilan, Syuraih justru menjatuhkan putusan yang memenangkan kaum tersebut atas putranya sendiri. Begitu Syuraih dan putranya kembali ke rumah, sang anak memprotes ayahnya, “Ayah telah mempermalukan aku.”

Syuraih menjawab, “Aku khawatir jika aku memberi tahumu sejak awal bahwa hak berada di pihak mereka, kamu akan mengajak mereka berdamai dengan perdamaian yang merugikan sebagian hak mereka.” Oleh karena itu, ia sengaja memberikan arahan tersebut.

Pada kisah yang lain, putra Syuraih pernah memberikan jaminan hukum untuk seorang pria, tetapi pria tersebut kemudian melarikan diri.

Syuraih tanpa ragu memenjarakan putranya sendiri sebagai pengganti dari pria yang kabur tersebut. Meskipun demikian, ia tetap mengantarkan makanan untuk putranya ke penjara dengan tangannya sendiri setiap hari.

Semoga Allah merahmati Hakim Syuraih yang telah menegakkan keadilan di antara manusia selama enam puluh tahun.[]

(Dr. Abdul Rahman Ra’fat al-Basya – dengan beberapa penyesuaian-, dalam Al-Arabiyyah Lin Nasyiin Jilid 6)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU