Jakarta (Ngabarin) – Arab Saudi mendorong penguatan sektor kebajikan dan filantropi sebagai pilar utama dalam sistem ekonomi Islam, sekaligus sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
“Pembangunan yang sejati dan berimbang tidak dapat tercapai jika sektor kebajikan dan filantropi hanya dipandang sebagai kegiatan tambahan. Filantropi harus menjadi pilar utama dalam sistem ekonomi Islam,” ujar Ketua Dewan Pembina AlBaraka Forum for Islamic Economy, Abdullah Saleh Kamel, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/02) dikutip dari ANTARA.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Simposium Ekonomi Islam AlBaraka ke-46 di Universitas Prince Mugrin, Madinah yang berlangsung pada 9-11 Februari 2026.
Simposium bertajuk “The Righteousness and Benevolence in Islamic Economy: The Future Forward” ini digelar di bawah naungan Yang Mulia Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz, Gubernur Wilayah Madinah.
Abdullah menambahkan bahwa pemilihan tema simposium tahun ini mencerminkan visi strategis untuk masa depan ekonomi Islam.
Ia menekankan bahwa Madinah memiliki makna historis karena menjadi saksi awal praktik ekonomi Islam, ketika konsep wakaf, infak, dan kebajikan ditetapkan sebagai nilai ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan.
Ia menuturkan bahwa selama beberapa dekade terakhir, Simposium AlBaraka berperan penting dalam pengembangan instrumen ekonomi Islam modern, terutama perbankan syariah.
Namun, menurut Abdullah, fase berikutnya membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi.
“Ke depan, kita perlu mengembangkan jalur terpadu yang mencakup ekonomi kebajikan, penguatan peran modal, serta peneguhan etika dan nilai sebagai fondasi sistem ekonomi Islam,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa jalur-jalur ini akan menjadi dasar pembentukan masa depan ekonomi Islam, seiring dengan pengembangan instrumen seperti sukuk, asuransi takaful, dan pemanfaatan teknologi keuangan modern untuk meningkatkan dampak serta keberlanjutan.
Selain itu, Abdullah menekankan pentingnya pemberdayaan sektor nirlaba.
Menurutnya, pengalaman Arab Saudi dalam memberdayakan sektor ini dapat menjadi sebuah model nasional yang inspiratif dan berpotensi direplikasi secara global dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperluas dampak sosial yang ditimbulkan.







