Gotong Royong Jemaah SUB-77: Sukses Haji tanpa KBIHU, Berbekal Video Sederhana

Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh para jemaah lanjut usia (lansia) yang belum terbiasa menggunakan teknologi.

“Kalau dijelaskan lewat tulisan panjang, banyak yang kesulitan memahami. Akhirnya kami buat video-video sederhana,” ujarnya.

Video edukasi tersebut diproduksi dengan menggunakan bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Madura.

Konten video itu bersifat sangat praktis, seperti panduan cara mengoperasikan lift hotel, mempersiapkan koper, dan mengenali jalur menuju Masjidil Haram.

Selain itu, video tersebut juga memuat cara penggunaan berbagai fasilitas umum selama mereka berada di Arab Saudi.

Penerapan cara sederhana tersebut terbukti efektif dalam membantu para jemaah lansia untuk memahami situasi dengan lebih cepat.

Kamil mengungkapkan bahwa sebagian jemaah bahkan masih mengalami kesulitan untuk menggunakan aplikasi pesan singkat ataupun melakukan panggilan video (video call).

“Makanya harus dicari cara yang paling mudah dipahami,” ucapnya.

Di dalam rombongan yang sama, seorang jemaah bernama Suwaris Bahir juga mengaku sudah mantap memilih jalur mandiri sejak awal.

Pria yang sehari-hari bekerja di bidang perikanan itu menyatakan tidak pernah merasa khawatir yang berlebihan meskipun harus menjalani ibadah haji tanpa pendampingan KBIHU.

Bagi dirinya, kegiatan manasik yang diselenggarakan oleh pemerintah sudah memberikan rincian yang cukup sebagai bekal beribadah.

“Mulai dari naik pesawat, fasilitas hotel, sampai jalur masuk Masjidil Haram dijelaskan,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Suwaris mengikuti rangkaian manasik tersebut berkali-kali, baik yang dilaksanakan di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten.

Melalui bimbingan itu, ia merasa jemaah awam seperti dirinya benar-benar diarahkan dan dibimbing secara bertahap.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU