Gotong Royong Jemaah SUB-77: Sukses Haji tanpa KBIHU, Berbekal Video Sederhana

Kekompakan yang ditunjukkan oleh para jemaah mandiri SUB-77 ini memang tidak terbangun secara instan.

Ketua Kloter SUB-77, Asnawi, menyatakan bahwa pihaknya sejak awal telah menyadari bahwa mendampingi jemaah tanpa KBIHU memerlukan pola pendekatan yang berbeda.

Tantangan tersebut semakin nyata mengingat lebih dari separuh total jemaah di dalam kloter tersebut merupakan lansia.

“Ini tantangan besar karena mereka menggantungkan diri pada petugas kloter,” kata Asnawi.

Oleh karena itu, sebelum waktu keberangkatan tiba, para petugas kloter terlebih dahulu membangun soliditas dan kekompakan internal.

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan para ketua regu dan ketua rombongan guna menyamakan persepsi dalam pelayanan.

Asnawi kemudian menanamkan satu prinsip sederhana bahwa setiap ketua rombongan adalah sosok “kiai” bagi kelompoknya masing-masing.

“Ketika merasa punya tanggung jawab moral, mereka jadi lebih serius belajar dan mendampingi jemaah,” ujarnya.

Pendekatan persuasif tersebut diperkuat melalui program kunjungan rutin ke desa-desa dan wilayah kepulauan di Sumenep selama dua hingga tiga bulan menjelang keberangkatan.

Para petugas datang secara langsung untuk memberikan penjelasan tambahan, membantu simulasi manasik, serta membangun ikatan emosional yang kuat dengan jemaah.

Hasil dari kerja keras tersebut mulai terlihat nyata saat mereka menginjakkan kaki di kota Mekkah.

Kini, para jemaah dapat bergerak dengan lebih tertib dan senantiasa saling menjaga satu sama lain.[]

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU