Jangan Remehkan! ‘Burnout’ Lebih Mematikan daripada Sekadar Lelah Fisik

Jakarta (Ngabarin.net)-Psikolog klinis Kasandra Putranto menegaskan bahwa kelelahan fisik dan burnout, terutama dalam konteks pekerjaan, adalah dua kondisi psikologis yang berbeda.

“Kelelahan fisik biasa dan burnout sering dianggap sama, padahal keduanya beda secara psikologis,” kata Kasandra di Jakarta, pada Jumat (8/5/2026), dilansir dari ANTARA.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia tersebut memaparkan bahwa burnout merupakan kondisi kelelahan yang jauh lebih kompleks karena melibatkan aspek emosional dan mental secara mendalam.

Baca juga: Awas, ‘Burnout’ Pekerjaan Mengancam Jiwa! Ini Ciri dan Solusinya

Kondisi burnout ini ditandai dengan kelelahan emosional yang akut, munculnya sikap sinis terhadap pekerjaan, serta menurunnya rasa pencapaian diri secara drastis.

“Kondisi ini tidak hilang hanya dengan tidur atau libur singkat, karena akar permasalahannya stres yang berkepanjangan dan tekanan yang terus menerus, seperti yang sering dialami pelaku sampingan hiruk pikuk dengan beban kerja yang berlapis-lapis,” tutur Kasandra Putranto menegaskan.

Kasandra menjelaskan bahwa kelelahan fisik umumnya hanya bersifat sementara dan muncul akibat aktivitas yang intens atau kurang tidur.

Namun, kondisi kelelahan fisik ini dapat pulih sepenuhnya dengan istirahat yang cukup tanpa meninggalkan dampak emosional yang berarti.

“Seseorang yang hanya mengalami kelelahan fisik tetap memiliki motivasi, minat, dan kemampuan untuk kembali menjalankan aktivitas seperti biasa setelah tubuhnya pulih,” ujar Kasandra memberikan pembanding.

Kasandra menilai pemahaman akan perbedaan kedua kondisi tersebut sangat penting, terutama dalam konteks tren side hustle atau menjalankan pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama.

Jika kelelahan fisik hanya membutuhkan istirahat yang cukup, sedangkan burnout menuntut penanganan yang jauh lebih serius.

Penanganan serius bagi burnout mencakup pengaturan ulang beban kerja, menjaga batas antara pekerjaan dan waktu pribadi, serta memperhatikan kesehatan mental secara intensif.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU