Jakarta (Ngabarin) – Menyambut Idulfitri 1447 H/2026 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sembilan poin tausiyah untuk umat Islam Indonesia.
Tausiyah bernomor: Kep-37/DP-MUI/III/2026 itu ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan pada 16 Maret 2026 M.
Berikut sembilan poin tausiyah yang dikeluarkan MUI dalam Menyambut Idulfitri 1447 H:
Pertama: Mengucapkan selamat Idulfitri kepada seluruh umat Islam di Indonesia, teriring doa semoga semua amal kebaikan dan ibadah selama Ramadhan diterima oleh Allah Ta’ala, taqabbalallahu minna wa minkum, kullu ‘am wa antum bikhair.
Mohon maaf lahir dan batin. Idulfitri merupakan momentum spiritual yang sangat penting bagi umat Islam sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa, meningkatkan ketakwaan,menumbuhkan empati sosial, serta mempererat ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Kedua: Mengajak umat Islam untuk menghidupkan malam Idulfitri dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT serta ungkapan syukur atas nikmat hidayah dan keberhasilan menjalankan ibadah Ramadhan. Allah Swt berfirman:
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya dan agar kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah: 185)
Syiar takbiran hendaknya dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan, ketertiban, serta menjaga kemaslahatan dan ketenteraman masyarakat.
Ketiga: Mengharap kepada pemerintah, khususnya pihak kepolisian, agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idulfitri, baik pada saat perjalanan pergi dan pulang mudik, malam takbiran maupun pada saat pelaksanaan shalat Idulfitri di lapangan, di masjid, surau, atau tempat lainnya.
Keempat: Mengimbau umat Islam agar menjadikan Idulfitri sebagai Momentum Taqarrub Ilallah. Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah dengan memperkuat ketakwaan dan keistiqamahan dalam menjalankan ajaran Islam. Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya.” (QS Ali Imran: 102)
Karena itu nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian sosial, dan kedisiplinan spiritual hendaknya terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari







