Beliau bersabda, “Penghulu para syuhada adalah Hamzah dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa zalim lalu menasihatinya, kemudian ia dibunuh.” (HR Al-Hakim).
Perlawanan terhadap kemungkaran juga dipandang sebagai kewajiban dalam Islam. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan; jika tidak mampu, maka dengan lisan; dan jika tidak mampu, maka dengan hati, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).
Dengan demikian, pembungkaman terhadap aktivisme dengan jalan intimidasi, teror, ancaman, maupun kriminalisasi sesungguhnya merupakan aktivitas pembelengguan terhadap kewajiban amar ma’ruf nahi munkar yang tidak dapat dibiarkan.
Untuk menghentikan pembungkaman aktivis, pergerakan aktivisme pemuda tidak cukup bersandar pada reaksi sesaat atau pragmatisme isu. Gerakan yang rimpang, spontan, dan reaktif mudah dilemahkan, diseret pada agenda jangka pendek, bahkan dipatahkan dengan intimidasi.
Karena itu, pemuda perlu membangun aktivisme yang lebih ideologis. Berangkat dari kerangka pikir yang jernih, analisis struktural yang tajam, serta konsistensi dalam mengoreksi sistem yang melahirkan ketidakadilan. Aktivisme yang ideologis memberi arah, daya tahan, dan tujuan perubahan yang melampaui sekadar respons terhadap kebijakan tertentu.
Bagi aktivis Muslim, pengkajian ideologis ini tidak boleh terjebak pada sikap fomo yang mengikuti arus aktivisme kiri yang bertumpu pada paradigma sekuler. Pergerakan aktivisme yang lahir dari semangat seruan syariat amar ma’ruf nahi munkar tidak boleh tercampur dengan kebatilan.
Islam telah memberi teladan aktivisme melalui perjuangan Rasulullah SAW dengan dakwah yang terarah, sabar, dan konsisten membangun perubahan mendasar hingga terwujudnya sistem Islam secara menyeluruh.
Inilah perjuangan yang tidak berhenti pada kritik kebijakan, tetapi menargetkan perubahan sistemik agar hukum Allah menjadi rujukan kehidupan publik. Aktivisme semacam ini bukan sekadar perlawanan, melainkan ikhtiar menegakkan tatanan yang adil dan menyeluruh. Perubahan hakiki yang tidak hanya membebaskan manusia dari kezaliman, tetapi juga menghantarkan perjuangan hakiki yang mendatangkan keridloan Allah. Insyaallah. Wallahua’lam bi ash shawab.[]







