Jakarta (Ngabarin.net)—Cendekiawan Muslim Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menegaskan pentingnya peran jurnalis Muslim sebagai “muazin peradaban” yang menyeru umat kepada kebenaran dan keadilan melalui karya jurnalistik.
Pesan ideologis tersebut disampaikan dalam pengajian rutin bersama jurnalis Muslim di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026).
UBN menyatakan dengan tegas bahwa jurnalisme Islam tidak boleh sekadar menghamba pada mengejar viralitas, algoritma, dan keuntungan komersial semata.
Menurut beliau, media massa harus dikembalikan fungsinya sebagai sarana utama untuk menyeru manusia kepada nilai-nilai tauhid, keadilan, dan persatuan umat.
“Seorang jurnalis Muslim sebetulnya statusnya muazin, tapi muazin zaman, muazin peradaban,” kata UBN dalam pengajian tersebut.
Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu kemudian mengaitkan peran strategis jurnalis dengan perintah Nabi Ibrahim AS dalam Surah Al-Hajj ayat 27, “Wa adzdzin fin-nasi”, yang berarti menyeru manusia untuk mendatangi rumah Allah.
Bagi UBN, media Islam semestinya menjadi benteng utama tempat umat menemukan kebenaran hakiki dan kekuatan moral.
Secara lugas, UBN juga membongkar dan mengkritik keras kecenderungan media modern yang terlalu tunduk pada dikte algoritma media sosial dan orientasi viral semata.
Ia menyebut praktik pragmatis tersebut telah mereduksi berita menjadi sebatas komoditas ekonomi, bukan lagi sarana suci untuk membangun kesadaran publik.
“Persoalan kita itu terlalu menuhankan algoritma, FYP, viralitas,” ujar Pimpinan Perkumpulan AQL itu.
Dalam kesempatan tersebut, UBN menilai kualitas spiritual seorang jurnalis akan berbanding lurus dan berpengaruh besar terhadap karya jurnalistik yang dihasilkan.
Karena alasan mendasar itulah, ia sengaja menggelar pengajian pada waktu Subuh demi membangun disiplin ibadah yang kokoh di kalangan jurnalis Muslim.







