Surat untuk Anakku

Mereka menyadari bahwa tujuan utama melakukan perjalanan jauh adalah untuk menuntut ilmu sekaligus membina akhlak. Oleh karena itu, mereka mampu mengambil pelajaran dari setiap pemandangan yang dilihat dan memetik manfaat dari setiap langkah kaki mereka.

Kelompok ini pun kembali ke tanah air dengan membawa limpahan ilmu serta pengalaman yang sangat bermanfaat.

Selain dinamika selama belajar, para lulusan Eropa ini juga menunjukkan perilaku yang berbeda-beda setelah kembali ke tanah air.

Ada yang kembali ke negaranya hanya untuk memuja-muja kesenangan hidup di Eropa dan menceritakan petualangan pribadinya. Mereka secara terang-terangan berharap bisa kembali ke tempat penuh kenikmatan tersebut.

Ada pula yang kembali namun bersikap seolah-olah dirinya tidak pernah keluar dari tanah airnya sendiri. Perubahan pada dirinya hanyalah sebatas ilmu atau lembaran ijazah yang berhasil diraih, sedangkan cara pandangnya terhadap kehidupan sama sekali tidak berubah.

Di sisi lain, terdapat kelompok yang mampu mengambil banyak manfaat dari Eropa, baik dalam hal sains maupun cara pandang hidup. Namun, mereka justru langsung didera rasa putus asa ketika kembali ke tanah airnya.

Mereka menyaksikan kekacauan, kemiskinan, dan lingkungan yang kotor di sekitarnya. Mereka pun mulai membandingkan keteraturan dan kebersihan tempat tinggal mereka di Eropa dengan ketidakpastian, kezaliman, dan kekumuhan di tanah air.

Pada awalnya, mereka mencoba melakukan gerakan perubahan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Namun karena tidak berhasil, mereka akhirnya menyerah pada keadaan.

Wahai anakku, aku telah menyaksikan sendiri contoh dari semua golongan pelajar tersebut dan aku tidak ingin engkau menjadi salah satu dari mereka. Aku sangat berharap ketika engkau kembali ke tanah air kelak, engkau pulang dengan membawa kematangan ilmu, jiwa, dan hati.

Aku ingin engkau mampu melihat kekurangan bangsamu dengan mata kasih sayang, lalu berjuang sekuat tenaga untuk memperbaiki mereka. Jika engkau belum mampu melakukan perbaikan secara masif dalam skala nasional, maka mulailah perbaikan dari lingkungan terdekatmu.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU